Breaking News
recent

Mengenal Jenis Beton dan Penggunaanya dalam Konstruksi oleh - sewamobilecrane.best

Halo sahabat selamat datang di website sewamobilecrane.best, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Mengenal Jenis Beton dan Penggunaanya dalam Konstruksi oleh - sewamobilecrane.best, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Mengenal Jenis Beton dan Penggunaanya dalam Konstruksi. Dalam konstruksi, beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi aggregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen Portland, yang terdiri dari agregat mineral (biasanya kerikil dan pasir), semen dan air.

Biasanya dipercayai bahwa beton mengering setelah pencampuran dan peletakan. Sebenarnya, beton tidak menjadi padat karena air menguap, tetapi semen berhidrasi, mengelem komponen lainnya bersama dan akhirnya membentuk material seperti-batu.

Beton digunakan untuk membuat perkerasan jalan, struktur bangunan, fondasi, jalan, jembatan penyeberangan, struktur parkiran, dasar untuk pagar/gerbang, dan semen dalam bata atau tembok blok. Nama lama untuk beton adalah batu cair.

Pabrik pembuatan beton precast

Dalam perkembangannya banyak ditemukan beton baru hasil modifikasi, seperti beton ringan, beton semprot (eng: shotcrete), beton fiber, beton berkekuatan tinggi, beton berkekuatan sangat tinggi, beton mampat sendiri (eng: self compacted concrete) dll. Saat ini beton merupakan bahan bangunan yang paling banyak dipakai di dunia.

 

Karakter dan Sifat Beton

beton memiliki kuat tekan yang tinggi namun kuat tarik yang lemah. Untuk kuat tekan, di Indonesia sering digunakan satuan kg/cm² dengan simbol K untuk benda uji kubus dan fc untuk benda uji silinder. Kuat hancur dari beton sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor :

  • Jenis dan kualitas semen
  • Jenis dan lekak lekul bidang permukaan agregat. Kenyataan menunjukkan bahwa penggunaan agregat akan menghasilkan beton dengan kuat tekan dan kuat tarik lebih besar daripada penggunaan kerikil halus dari sungai.
  • Perawatan. Kehilangan kekuatan sampai dengan sekitar 40% dapat terjadi bila pengeringan diadakan sebelum waktunya. Perawatan adalah hal yang sangat penting pada pekerjaan lapangan dan pada pembuatan benda uji.
  • Suhu. Pada umumnya kecepatan pengerasan beton bertambah dengan bertambahnya suhu. Pada titik beku kuat tekan akan tetap rendah untuk waktu yang lama.
  • Umur. Pada kekeadaan yang normal kekuatan beton bertambah dengan umurnya.

 

Kelebihan dan Kekurangan Beton

Kelebihan beton adalah dapat mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi. Selain itu pula beton juga memiliki kekuatan mumpuni, tahan terhadap temperatur yang tinggi dan biaya pemeliharaan yang murah.

Sedang kekurangannya adalah bentuk yang telah dibuat sulit diubah tanpa kerusakan. Pada struktur beton, jika ingin dilakukan penghancuran maka akan mahal karena tidak dapat dipakai lagi. Beda dengan struktur baja yang tetap bernilai. Berat, dibandingkan dengan kekuatannya dan daya pantul yang besar.

Beton memiliki kuat tekan yang tinggi namun lemah dalam tariknya. Jika struktur itu langsung jika tidak diberi perkuatan yang cukup akan mudah gagal. Menurut perkiraan kasar, nilai kuat tariknya sekitar 9%-5% kuat tekannya. Maka dari itu perkuatan sangat diperlukan dalam struktur beton. Perkuatan yang umum adalah dengan menggunakan tulang baja yang jika dipadukan sering disebut dengan beton bertulang.[1]

Beton Pracetak banyak digunakan pada berbagai proyek infrastruktur

Jeni-jenis Beton

Jenis beton dapat dilihat dari beberapa sisi.
  • Dari sisi proses produksi/pengolahan â€" beton sitemix dan readymix. 
Beton readymix merupakan beton jadi yang dikirim dari batching plant supplier beton menggunakan truck mixer yang umumnya berkapasitas volume 6-7 m3. Biasanya beton readymix digunakan untuk material struktur utama bangunan.
Sedangkan beton sitemix adalah beton yang langsung diproduksi di lapangan / lokasi pekerjaan dengan mencampurkan bahan-bahan pembentuk beton ke dalam concrete mixer / beton molen. Beton sitemix biasa digunakan untuk pengecoran kolom praktis pada pasangan dinding.
Beton readymix diproses dipabrik sehingga campuran dan kualitasnya akurat
  • Dari sisi pelaksanaan pengecoran â€" beton precast dan cast in situ 
Beton precast (precast concrete) atau beton pracetak adalah elemen struktur beton yang dicor dan dirawat (curing) di lokasi lain, misal workshop atau pabrik (bukan ditempat elemen struktur beton itu akan dipasang). Setelah mencapai umur beton yang cukup, barulah beton precast dikirim ke lokasi pekerjaan dan dirakit / dirangkai. Proses pelaksanaan pemasangan / perangkaian dilakukan dengan menggunakan bantuan alat berat misalnya mobile crane.
Sedangkan beton cor di tempat atau sering disebut cast in situ adalah beton yang langsung dicor pada lokasi elemen struktur yang direncanakan.
  • Beton ringan

Berat jenisnya<1900 kg/m 3 , dipakai untuk elemen non-struktural. Dibuat dengan cara-cara berikut: membuat gelembung udara dalam adukan
semen, menggunakan agregat ringan (tanah liat bakar/batu apung) atau pembuatan beton non-pasir.
  • Beton normal

Berat jenisnya 2200-2500 kg/m 3 , dipakai hampir pada semua bagian struktural bangunan.

  • Beton berat

Berat jenis>2500 kg/m 3 , dipakai untuk struktur tertentu, misal: struktur yang harus tahan terhadap radiasi atom.

  • Beton massa (mass concrete)

Beton yang dituang dalam volume besar, biasanya untuk pilar, bendungan dan pondasi turbin pada pembangkit listrik. Pada saat pengecoran beton
jenis ini, pengendalian diutamakan pada pengelolaan panas hidrasi yang timbul, karena semakin besar massa beton maka suhu didalam beton semakin tinggi. Bila perbedaan suhu didalam beton dan suhu di permukaan beton >20 o C dapat menimbulkan terjadinya tegangan tarik yang disertai retak-retak

Persyaratan Beton dengan Mutu Baik

Untuk mendapatkan beton dengan kuat tekan yang diinginkan akan digunakan perbandingan atau komposisi bahan beton dengan takaran tertentu. Tetapi untuk memastikan mutu beton yang baik, bahan-bahan beton tadi harus memenuhi persyaratan tertentu seperti :
Semen
Semen yang biasa digunakan adalah Semen Portland. Semen potland yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat yaitu :
  1. Semen tidak kadaluwarsa, dapat diperiksa dengan cara dipegang oleh tangan, bila masih hangat, maka semen belum kadaluwarsa.
  2. Semen belum mulai menggumpal.
  3. Semen masih bereaksi, yaitu apabila digenggam dengan tangan maka akan jatuh berhamburan.
Kerikil dan Pasir Beton (Agregat)
Sifat yang paling penting dari suatu agregat adalah kekuatan hancur dan ketahanan terhadap benturan. Dua hal ini dapat mempengaruhi ikatan dengan pasta semen, porositas, serta keretakan beton.
Adapun syarat-syarat dari agregat yang digunakan adalah :
  1. Keras  dan tidak mudah hancur, bila dipegang oleh tangan
  2. Tidak  mengandung garam, karena garam dapat menyebabkan pemekaran beton karena “bunga-bungan kristal” ( eflorescences ) dari garam, serta mengakibatkan korosi pada tulangan di dalamnya.
  3. Tidak mengandung mineral logam, terutama besi ( Fe ).
  4. Tidak mengandung biji-bijian yang mudah tumbuh.
  5. Kadar lumpur, tanah liat dan debu dalam agregat maksimal adalah 2 %.
Kadar lumpur ini dapat diuji dengan cara :
  • Mencampur air dan agregat, kemudian didiamkan selama ½ jam, maka akan tebentuk lapisan pasir dan lumpur. Dengan perbandingan tinggi maka didapat kadar lumpur agregat
  • Memasukkan agregat yang ada dalam genggaman tangan ke dalam air, apabila banyak yang lengket, maka agregat mengandung lumpur.
  • Menjepit agregat, terutama pasir dengan jari, apabila ternyata lumpur, maka butiran tersebut akan pecah
Air
Kuantitas air yang digunakan akan mempengaruhi semua sifat beton, sedangkan kualitas air akan mempengaruhi pengerasan dan keawetan dari beton. Air yang digunakan dalam pembuatan beton harus memenuhi syarat-syarat :
  1. Tidak mengandung bahan organik, misalnya sisa tumbuhan.
  2. Tidak mengandung bahan kimia, misalnya besi, sulfat dan klorida, karena zat-zat kimia ini dapat merusak mutu beton
  3. Tidak mengandung minyak, karena akan menghambat hidrasi yang diperlukan oleh beton untuk ikatan awal.
  4. Tidak mengandung garam.

 

Referensi: Wikipedia.org

Kata Kunci:

Jenis2 beto,mengenal konstruksi bangunan,jenis beton berat dan pengaplikasian a,jenis beton yang di gunakan dalam pembuatan pabrik,jenis jenis beton beserta gambarnya,kontruksi beton adalah

Itulah tadi informasi dari poker idn mengenai Mengenal Jenis Beton dan Penggunaanya dalam Konstruksi oleh - sewamobilecrane.best dan sekianlah artikel dari kami sewamobilecrane.best, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

admin

admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.